SANG PENAKLUK
Oktober 1980 – Lampung – Indonesia
Tak pernah dia tau sebabnya, dia terlahir ke dunia dengan segala rahmat dan nikmat-Nya.
Seiring tangis bayi yang dia berikan disertai senyum bahagia sekitarnya,suara adzan ditelinga adalah jalanmu sebenarnya.
Dalam dekapan mereka yang menyayangi, terasa sangat indah karunia-Nya
Tak pernah dia merasa bahwa ini “hidup” bukan angan atau mimpi indah seperti terlukis dalam tiap tidur nyenyaknya.
Kala mama memberi tiap tetes air susu yang membuat detak jantung dan darahnya mengalir.
Bagai sang pangeran yang selalu dilindungi sang perkasa, dia “papaku” matanya berkata demikian diselingi tangis manjanya.
Saat itulah jalan hidup menantangmu untuk ditaklukkan, apakah dia bisa menyadarinya? Tuhan beri dia kekuatan.
Dan tiap detik yang berjalan seiring tumbuh kembangnya, kini ia ingin terus memberi arti dalam hidupnya dan mereka

Komentar Terakhir