SANG PENAKLUK

Oktober 1980 – Lampung – Indonesia

S417G P317@KLUK

 

 

Tak pernah dia tau sebabnya, dia terlahir ke dunia dengan segala rahmat dan nikmat-Nya.

Seiring tangis bayi yang dia berikan disertai senyum bahagia sekitarnya,suara adzan ditelinga adalah jalanmu sebenarnya.

Dalam dekapan mereka yang menyayangi, terasa sangat indah karunia-Nya

Tak pernah dia merasa bahwa ini “hidup” bukan angan atau mimpi indah seperti terlukis dalam tiap tidur nyenyaknya.

Kala mama memberi tiap tetes air susu yang membuat detak jantung dan darahnya mengalir.

Bagai sang pangeran yang selalu dilindungi sang perkasa, dia “papaku” matanya berkata demikian diselingi tangis manjanya.

Saat itulah jalan hidup menantangmu untuk ditaklukkan, apakah dia bisa menyadarinya? Tuhan beri dia kekuatan.

Dan tiap detik yang berjalan seiring tumbuh kembangnya, kini ia ingin terus memberi arti dalam hidupnya dan mereka


 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.